
Noesantaranews — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengaku menerima laporan mengejutkan terkait dugaan hilangnya 80 ton bantuan logistik untuk korban banjir bandang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Informasi tersebut memicu perhatian publik karena menyangkut distribusi bantuan bagi warga yang sedang berada dalam kondisi darurat.
Mualem menyebut laporan itu diterimanya dari masyarakat setempat serta sejumlah relawan yang terlibat dalam penanganan bencana. Mereka mengeluhkan adanya ketidaksesuaian antara jumlah bantuan yang masuk dengan yang diterima warga di lapangan. “Ini harus diklarifikasi dengan jelas. Jangan sampai bantuan untuk rakyat malah tidak sampai,” ujar Mualem dalam keterangan yang disampaikan, Rabu (11/12).
Minta Pemerintah Daerah Bertanggung Jawab
Menanggapi laporan tersebut, Mualem meminta Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk segera memberikan penjelasan secara terbuka. Menurutnya, transparansi adalah hal penting agar tidak muncul kecurigaan di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Ia menegaskan situasi bencana bukan ruang untuk kesalahan pengelolaan, apalagi penyalahgunaan bantuan.
“Ini bukan soal politik. Ini soal kemanusiaan. Kalau ada yang hilang, siapa pun yang bertanggung jawab harus menjelaskan,” tegasnya.
BPBD Sebut Akan Mengecek Data
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah menyatakan akan melakukan pengecekan ulang terhadap data kedatangan dan pendistribusian bantuan. Mereka memastikan semua proses akan ditelusuri, baik dari gudang penyimpanan hingga ke titik pengungsian.
Pihak BPBD menyebut pendistribusian bantuan memang berlangsung cepat dan melibatkan banyak pihak, sehingga diperlukan verifikasi ulang untuk memastikan akurasi laporan.

Publik Minta Audit Distribusi
Di tengah polemik ini, sejumlah relawan dan warga menilai audit logistik perlu dilakukan secara menyeluruh. Mereka berharap pemerintah daerah membuka data real-time terkait bantuan yang masuk, agar kepercayaan publik tidak semakin tergerus.
Kasus dugaan hilangnya 80 ton bantuan ini menambah panjang daftar tantangan penanganan bencana di Aceh. Masyarakat berharap persoalan ini segera diselesaikan, dan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Sumber : CNNIndoneisa






