
NOESANTARANEWS – Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim telah meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan sejumlah lokasi yang diduga menjadi markas komandan militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Melansir laporan ANTARANews, Sabtu (14/3/2026), klaim tersebut disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dalam pernyataan resmi pada Jumat (13/3/2026).
IRGC menyebut operasi tersebut menargetkan beberapa tempat strategis yang diyakini menjadi tempat berkumpulnya komandan militer Amerika Serikat dan Israel.
“Sekitar 10 tempat perlindungan dan di wilayah pendudukan, serta tiga lokasi perkumpulan dan tempat perlindungan AS di wilayah tersebut telah diidentifikasi dan diserang dengan tujuan memburu komandan AS dan Zionis,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip kantor berita Fars.
Baca Juga : Iran Balas Serangan Rudal Israel, Rudal Hantam Fasilitas Energi di Haifa
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut pasukan Iran menggunakan drone tempur dan rudal untuk menyerang sejumlah target di Israel.
Serangan tersebut diklaim menyasar:
- Tujuh lokasi di kota Tel Aviv
- Dua target di kota Rishon LeZion, selatan Tel Aviv
- Satu lokasi di kota Shoham
Selain wilayah Israel, Iran juga mengklaim menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk:
- Prince Sultan Air Base di Arab Saudi
- Pangkalan militer AS di Baghdad
- Pangkalan militer AS di Erbil
Namun hingga saat ini, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak internasional.
Eskalasi Konflik AS–Israel dan Iran
Serangan yang diklaim Iran tersebut disebut sebagai respons atas operasi militer Amerika Serikat dan Israel sebelumnya terhadap sejumlah target di Iran.
Serangan gabungan itu dilaporkan terjadi pada 28 Februari 2026, termasuk di ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban sipil.
Menurut laporan yang beredar, serangan tersebut juga diklaim menewaskan Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, meskipun informasi ini masih menjadi perhatian besar komunitas internasional.
Sebagai balasan, Iran menyatakan telah meluncurkan sejumlah serangan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Baca Juga : Iran Berhasil Luncurkan Rudal Khoramshahr-4 ke Israel, Bawa Hulu Ledak 1 Ton
Sementara itu, Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran merupakan langkah “pencegahan” terhadap potensi ancaman yang mereka nilai berasal dari program nuklir Iran.
Namun dalam perkembangan selanjutnya, sejumlah pejabat Barat juga mengindikasikan bahwa operasi tersebut memiliki tujuan strategis yang lebih luas, termasuk menekan perubahan kepemimpinan di Iran.
Penutup
Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini semakin meningkat setelah rangkaian serangan balasan dari masing-masing pihak. Situasi tersebut memicu kekhawatiran internasional terhadap kemungkinan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait klaim serangan yang disampaikan oleh Iran.





