
Noesantaranews — Prestasi gemilang diraih tim nasional panjat tebing Indonesia pada ajang SEA Games 2025. Kontingen Merah Putih berhasil mengamankan dua medali emas dari nomor lead putra dan putri, pencapaian yang disebut sebagai hasil dari pembangunan tim jangka panjang yang dijalankan secara konsisten selama beberapa tahun terakhir.
Keberhasilan tersebut diraih pada pertandingan yang digelar di Kompleks Olahraga Rajamangala, Bangkok. Atlet Indonesia tampil dominan dan mampu mengungguli pesaing dari negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Emas dari Nomor Lead Putra dan Putri
Medali emas pertama dipersembahkan oleh Ardana Cikal Damarwulan pada nomor lead putra. Ia mencatatkan skor 39+ di babak final, unggul tipis dari atlet tuan rumah Thailand yang harus puas dengan skor 38.
Sementara itu, emas kedua datang dari nomor lead putri melalui Alma Ariella Tsany. Alma tampil konsisten sejak babak kualifikasi hingga final dan berhasil menyelesaikan rute dengan performa terbaik, memastikan posisi teratas di podium.
Selain dua emas, tim panjat tebing Indonesia juga menambah koleksi medali melalui perak dan perunggu yang diraih atlet lain di nomor yang sama, menegaskan dominasi Indonesia di cabang olahraga ini.
Buah Program Pembinaan Jangka Panjang
Pelatih tim nasional panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, menyebut pencapaian di SEA Games 2025 merupakan hasil nyata dari program pembinaan jangka panjang yang telah dijalankan sekitar empat tahun terakhir. Fokus utama pembinaan diarahkan pada penguatan teknik, mental bertanding, serta kesiapan fisik atlet sejak usia muda.
“Program ini tidak instan. Kami membangun tim secara bertahap dengan target jangka panjang. Hasilnya mulai terlihat sekarang,” ujar Hendra usai pertandingan.
Ia menambahkan, keberhasilan di SEA Games menjadi modal penting untuk menghadapi agenda internasional berikutnya, termasuk kejuaraan dunia dan kualifikasi Olimpiade.

Mental Bertanding Jadi Kunci Kemenangan
Ardana Cikal mengungkapkan bahwa faktor mental menjadi salah satu penentu kemenangannya di partai final. Ia mengaku sempat kehilangan keseimbangan di tengah rute, namun berhasil mengendalikan diri berkat latihan mental yang rutin dijalani.
“Saya fokus mengatur napas dan tetap tenang. Semua latihan yang kami jalani selama ini sangat membantu di momen krusial,” ujar Cikal.
Ia mempersembahkan medali emas tersebut untuk Indonesia, tim pelatih, rekan-rekan atlet, serta keluarganya yang terus memberikan dukungan.
Panjat Tebing Kian Jadi Andalan Indonesia
Raihan dua emas ini semakin menegaskan panjat tebing sebagai salah satu cabang olahraga unggulan Indonesia di tingkat Asia Tenggara. Keberhasilan tersebut juga menunjukkan bahwa pendekatan pembinaan jangka panjang mampu menghasilkan prestasi berkelanjutan.
Dengan hasil ini, Indonesia tidak hanya memperkuat posisi di klasemen medali SEA Games 2025, tetapi juga menumbuhkan optimisme terhadap masa depan panjat tebing nasional di level Asia dan dunia.
Sumber : Antaranews






