
Noesantaranews – Presiden Emmanuel Macron melakukan kunjungan ke kapal induk utama milik Prancis, Charles de Gaulle (R91), pada Senin (9/3/2026). Kunjungan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dilansir dari Kompas.com, kapal induk tersebut dikerahkan setelah Iran dilaporkan menembakkan dua rudal ke pangkalan militer milik Inggris di wilayah Siprus.
Dalam rekaman yang beredar, Macron terlihat disambut jajaran anggota Angkatan Laut Prancis saat menaiki kapal induk tersebut. Ia kemudian melakukan peninjauan sekaligus bertemu langsung dengan para pelaut dan awak kapal yang bertugas di kapal induk kebanggaan armada laut Prancis tersebut.
Prancis Tegaskan Perlindungan untuk Warga dan Sekutu
Dalam kesempatan itu, Macron menegaskan bahwa kehadiran militer Prancis di kawasan merupakan bagian dari komitmen negara tersebut untuk melindungi warga negaranya sekaligus berdiri bersama sekutu yang sedang menghadapi ancaman.
Menurut Macron, pengerahan kekuatan militer juga bertujuan menjaga stabilitas kawasan, terutama terkait keamanan maritim dan kebebasan navigasi di jalur perdagangan internasional.
“Kami hadir untuk melindungi rakyat kami dan berdiri bersama sekutu yang sedang diserang,” ujar Macron dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran militer Prancis juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas global di tengah meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan sejumlah negara besar.
Tidak Terlibat Langsung dalam Konflik
Meski menunjukkan kesiapan militer, Macron menegaskan bahwa Prancis tidak terlibat langsung dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Ia menggambarkan posisi Prancis sebagai kekuatan penyeimbang yang bekerja bersama negara-negara sekutu untuk menjaga stabilitas kawasan.
Menurutnya, langkah Prancis lebih difokuskan pada upaya menjaga keamanan maritim internasional serta memastikan jalur pelayaran tetap aman di tengah situasi yang semakin kompleks.
Kapal Induk Strategis Prancis
Kapal induk Charles de Gaulle merupakan aset militer strategis yang menjadi tulang punggung armada laut Prancis. Kapal bertenaga nuklir ini mampu membawa puluhan pesawat tempur, termasuk jet tempur Rafale Marine, serta berbagai helikopter militer untuk operasi pengintaian dan pertahanan.
Sebagai satu-satunya kapal induk nuklir di Eropa, keberadaan Charles de Gaulle memungkinkan Prancis memproyeksikan kekuatan militernya ke berbagai wilayah dunia sekaligus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas keamanan internasional.
Kunjungan Macron ke kapal induk tersebut menjadi sinyal bahwa Prancis tetap menjaga kesiapan militernya di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu.





