
Noesantaranews – Kerja sama militer maritim kembali diperkuat di kawasan Asia Pasifik. Kapal perang KRI Selar-879 milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut mengikuti latihan Passing Exercise (PASSEX) bersama dua kapal perusak milik Japan Maritime Self-Defense Force, yakni JS Yamagiri (JS-3515) dan JS Shiranui (JS-120).
Melansir Indonesiadefense Latihan militer tersebut digelar di perairan Bitung, Sulawesi Utara, sebagai bagian dari upaya meningkatkan koordinasi, interoperabilitas, serta profesionalisme prajurit kedua negara dalam operasi maritim.
Apa Itu Passing Exercise (PASSEX)?
Dalam dunia militer laut, Passing Exercise (PASSEX) merupakan latihan singkat yang dilakukan oleh dua atau lebih angkatan laut dari negara berbeda ketika kapal perang mereka bertemu di laut.
Meski berlangsung relatif singkat, latihan ini memiliki nilai strategis karena melatih berbagai aspek penting operasi laut, seperti:
- koordinasi komunikasi radio antar kapal
- manuver taktis kapal perang
- navigasi di jalur laut sempit
- pengiriman sinyal militer
Baca Juga : NGERI! KRI Selar-879 Uji Manuver Tempur dengan 2 Kapal Perang JEPANG
Tujuan utama latihan ini adalah meningkatkan interoperabilitas, yakni kemampuan pasukan dari negara berbeda untuk bekerja sama secara efektif saat menjalankan operasi bersama.
Materi Latihan yang Dilaksanakan
Dalam latihan di perairan Bitung tersebut, awak kapal dari Indonesia dan Jepang menjalankan beberapa skenario latihan utama, antara lain:
1. Commcheck (Communication Check)
Pengujian jaringan komunikasi radio untuk memastikan instruksi dapat diterima dengan jelas antar kapal perang.
2. Pilotage
Latihan navigasi kapal perang saat melintasi jalur laut sempit atau wilayah dengan potensi risiko navigasi.
3. Flaghoist
Penggunaan bendera isyarat untuk mengirim pesan militer secara visual antar kapal.
4. Flashex
Metode komunikasi menggunakan lampu kilat guna mengirim pesan saat komunikasi radio tidak dapat digunakan.
Kemampuan komunikasi seperti ini sangat krusial dalam situasi operasi militer atau konflik di laut.
KRI Selar-879 & Kapal Destroyer JPN
Dalam latihan tersebut, Jepang mengerahkan dua kapal perusak dengan kemampuan berbeda.
JS Yamagiri (JS-3515) merupakan destroyer kelas Asagiri yang mulai bertugas sejak 1989. Kapal sepanjang sekitar 137 meter ini mampu mengangkut lebih dari 200 personel militer dan dilengkapi rudal antikapal Harpoon serta sistem pertahanan udara Sea Sparrow.
Sementara JS Shiranui (JS-120) merupakan destroyer generasi lebih modern yang dirancang untuk peperangan antikapal selam. Kapal ini dilengkapi radar canggih serta sistem peluncur rudal vertikal untuk meningkatkan daya tempur di laut.
Pentingnya Kerja Sama Keamanan Maritim
Kerja sama militer di laut semakin penting di kawasan Asia Pasifik yang memiliki jalur perdagangan internasional strategis. Latihan bersama seperti PASSEX dapat memperkuat koordinasi keamanan maritim dalam menghadapi berbagai ancaman, seperti:
- perompakan laut
- penyelundupan
- konflik wilayah
- gangguan jalur pelayaran internasional
Selain meningkatkan kemampuan operasional, latihan ini juga mempererat hubungan diplomasi pertahanan antara Indonesia dan Jepang.

Strategisnya Perairan Sulawesi Utara
Perairan di sekitar Bitung memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan jalur pelayaran internasional di kawasan Pasifik. Wilayah ini kerap menjadi lokasi latihan militer maupun kerja sama maritim dengan negara sahabat.
Dengan posisi geopolitik tersebut, peningkatan kemampuan prajurit TNI AL melalui latihan internasional dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan laut di kawasan.



