
Noesantaranews–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali melakukan operasi udara untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang terisolasi akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Utara. Helikopter BNPB terpaksa mendarat di tepi sungai karena akses darat menuju sejumlah desa masih terputus total akibat longsor dan banjir besar yang melanda wilayah itu sejak akhir pekan lalu.
Akses Darat Lumpuh, Jalur Udara Jadi Satu-satunya Pilihan
Jalan utama menuju desa-desa terdampak di kawasan Tapanuli hingga Mandailing Natal mengalami kerusakan parah. Banyak ruas tertimbun longsor, jembatan putus, dan aliran sungai meluap hingga menutup seluruh jalur mobilisasi. Kondisi ini membuat tim darat tidak dapat menjangkau warga yang sudah beberapa hari tidak menerima suplai logistik.
Untuk itu, helikopter BNPB jenis PK-RTQ diterjunkan dari Bandara Silangit menuju titik pendaratan darurat di tepi sungai. Lokasi tersebut dipilih sebagai titik paling aman dan memungkinkan bagi distribusi bantuan, mengingat tidak tersedia helipad atau lahan terbuka yang memenuhi standar pendaratan.
Bantuan Logistik Langsung Disalurkan ke Warga
Setibanya di lokasi, tim BNPB segera menurunkan bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, tenda darurat, perlengkapan bayi, dan kebutuhan dasar lain. Warga setempat, yang sudah menunggu di sepanjang bantaran sungai, langsung menerima bantuan tersebut.
BNPB menyebut, operasi udara sangat penting untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih luas, terutama bagi warga lansia, ibu hamil, dan anak-anak yang paling rentan kehabisan bahan makanan serta akses medis.
Kolaborasi BNPB, TNI, Basarnas, dan Pemerintah Daerah
Selain armada BNPB, beberapa helikopter milik TNI dan SAR juga dikerahkan untuk mempercepat penyaluran bantuan ke titik-titik lain yang masih terisolasi. Operasi udara dilakukan secara bergilir karena cuaca buruk dan medan terjal membuat penerbangan harus ekstra hati-hati.
BNPB memastikan bahwa bantuan lanjutan akan dikirim dalam beberapa hari ke depan sambil menunggu pembukaan akses darat oleh tim gabungan yang terus melakukan pembersihan material longsor dan perbaikan jalur.
Situasi Belum Stabil, Warga Diminta Tetap Waspada
Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar hingga kini menelan ratusan korban jiwa dan membuat ribuan warga mengungsi. BNPB mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih tinggi, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan aparat setempat.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat operasi tanggap darurat, membuka akses wilayah terisolasi, dan memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan kebutuhan dasar secara cepat dan merata.
Sumber : BNPB






