
Noesantaranews — Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa perundingan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat berjalan konstruktif dan menghasilkan kesepahaman yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan keterangan pers di Washington DC, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Presiden, proses negosiasi tarif perdagangan memang berlangsung cukup panjang. Namun, dinamika tersebut dinilai sebagai bagian wajar dari diplomasi ekonomi antarnegara besar.
“Kita bahas masalah perdagangan di antara dua negara. Perundingan sudah cukup lama, artinya ketemu saling menguntungkan, saling menghormati saya kira bagus ya,” ujar Presiden.
Negosiasi Panjang, Hasil Dinilai Menguntungkan
Presiden menekankan bahwa hasil perundingan menunjukkan komitmen kedua negara untuk menjaga hubungan ekonomi yang sehat dan berbasis kepentingan bersama.
Meski pembahasan tarif berlangsung alot, pemerintah Indonesia menilai hasilnya tetap memberikan ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha nasional.
Terkait dinamika terbaru setelah putusan Supreme Court Amerika Serikat mengenai kebijakan tarif, Presiden menegaskan bahwa Indonesia menghormati proses politik domestik Amerika Serikat.
“Kita siap menghadapi semua kemungkinan. Kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat, kita lihat perkembangannya,” tegasnya.

Baca Juga : Tarif Perdagangan Turun jadi19%-Prabowo Juga Amankan Tarif 0% 1.819 Produk RI ke AS
Menanggapi kebijakan tarif sementara sebesar 10 persen, Presiden menyebut langkah tersebut masih dalam batas yang dapat dikelola dan tetap memberi peluang keuntungan bagi Indonesia.
“Saya kira menguntungkan ya. Kita siap untuk menghadapi segala kemungkinan,” tambah Presiden.
Pernyataan ini menunjukkan sikap optimistis pemerintah dalam menjaga daya saing ekspor nasional di tengah perubahan kebijakan global.
Investor Global Semakin Percaya Indonesia
Dalam kunjungannya, Presiden juga bertemu sejumlah pimpinan perusahaan investasi global. Ia mengungkapkan bahwa minat investor terhadap Indonesia terus meningkat.
Menurut Presiden, para pelaku usaha melihat adanya perbaikan iklim investasi serta stabilitas ekonomi nasional yang semakin kuat.
“Mereka sangat tertarik sama Indonesia, mereka confident, mereka lihat iklimnya membaik terus, mereka positif terhadap ekonomi kita,” ungkapnya.
Diplomasi Ekonomi Jadi Fokus Strategis
Pemerintah memastikan seluruh langkah diplomasi dan negosiasi perdagangan dilakukan dengan mengedepankan kepentingan nasional. Stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pertumbuhan tetap menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian global.
Keterangan resmi Presiden tersebut turut didokumentasikan oleh BPMI Setpres.
Dengan sikap terbuka, adaptif, dan diplomatis, Indonesia menegaskan posisinya sebagai mitra strategis yang siap bersaing sekaligus berkolaborasi dalam peta perdagangan internasional.
( Sumber : KepresidenanRI )






