
Noesantaranews — Arema FC meraih kemenangan krusial saat menjamu Persijap Jepara pada lanjutan Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Senin (2/2/2026), Singo Edan menang tipis 1-0 berkat gol Hansamu Yama Pranata pada menit ke-36.
Gol tunggal tersebut sekaligus menegaskan dampak instan dua pemain pinjaman dari Persija Jakarta yang langsung dipercaya tampil sebagai starter dan terlibat dalam momen penentu laga.
Gol Penentu dari Situasi Tak Terduga
Gol kemenangan Arema FC bermula dari sepakan jarak jauh Rio Fahmi dari luar kotak penalti. Bola yang mengarah ke gawang Persijap berubah arah setelah membentur kaki Hansamu Yama, membuat kiper Persijap, Sendri Johansah, salah antisipasi.
Situasi tersebut menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan yang berjalan dengan tempo sedang dan minim peluang bersih. Arema tampil efektif dalam memanfaatkan momen, meski tidak sepenuhnya mendominasi penguasaan bola.
Arema Lebih Terstruktur, Persijap Kehilangan Variasi Serangan
Sepanjang pertandingan, Arema menunjukkan organisasi permainan yang lebih rapi, terutama dalam transisi bertahan ke menyerang. Arkhan Fikri dan Joel Vinicius menjaga keseimbangan lini tengah, sementara sektor sayap dimanfaatkan untuk menjaga lebar permainan.
Persijap Jepara mencoba merespons ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas penguasaan bola. Namun, minimnya variasi serangan di sepertiga akhir membuat upaya mereka kerap terhenti sebelum memasuki kotak penalti Arema.
Beberapa peluang sempat diciptakan melalui pergerakan Borja Herrera dan Carlos Franca, tetapi penyelesaian akhir yang kurang efektif serta disiplin lini belakang Arema membuat skor tetap bertahan hingga laga usai.

Dampak Klasemen: Arema Menanjak, Persijap Kian Tertekan
Tambahan tiga poin membawa Arema FC naik ke peringkat ke-11 klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan koleksi 24 poin dari 19 pertandingan. Poin tersebut menyamai raihan Dewa United yang berada satu tingkat di atas, membuka peluang Arema untuk merangsek ke papan tengah atas.
Sebaliknya, kekalahan ini membuat Persijap Jepara tertahan di peringkat ke-16, zona degradasi. Tekanan semakin besar bagi tim asal Jepara menjelang fase krusial musim, terutama terkait masalah produktivitas gol saat tertinggal.
Adaptasi Cepat Pemain Pinjaman Arema
Penampilan Hansamu Yama dan Rio Fahmi memberi sinyal positif bagi Arema FC. Keduanya menunjukkan adaptasi cepat terhadap skema permainan tim, terutama dalam situasi transisi dan bola mati.
Meski baru satu laga, kontribusi keduanya menambah opsi rotasi bagi Arema, khususnya di lini belakang dan sektor sayap. Konsistensi akan menjadi faktor penentu mengingat ketatnya persaingan di papan tengah klasemen.
Catatan Redaksi
Kemenangan tipis ini menunjukkan kemampuan Arema FC memaksimalkan peluang meski tidak tampil dominan. Efektivitas menjadi kunci utama. Di sisi lain, Persijap kembali dihadapkan pada masalah klasik: kesulitan mencetak gol saat berada dalam posisi tertinggal, sebuah pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi jika ingin keluar dari zona degradasi.






