
Noesantaranews — Kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza kembali menjadi sorotan internasional. Otoritas Palestina menyebut bahwa Israel diduga melakukan ratusan pelanggaran gencatan senjata sejak kesepakatan penghentian konflik mulai diberlakukan pada 10 Oktober 2025.
Laporan tersebut mengacu pada data Government Media Office Gaza yang dihimpun dan dipublikasikan oleh Al Jazeera. Dalam laporannya, disebutkan bahwa hingga pertengahan Desember 2025, telah terjadi ratusan hingga lebih dari 800 insiden pelanggaran di wilayah Jalur Gaza.
Serangan Masih Terjadi di Tengah Kesepakatan
Jenis pelanggaran yang dilaporkan mencakup serangan udara, penembakan artileri, operasi militer darat, hingga penembakan terhadap warga sipil. Selain itu, otoritas Gaza juga mencatat adanya penembakan di luar zona aman (yellow line) serta penghancuran properti sipil yang seharusnya dilindungi dalam masa gencatan senjata.
Pejabat Gaza menyebut pelanggaran ini tidak terjadi secara sporadis, melainkan berulang hampir setiap hari, menimbulkan korban luka, kerusakan infrastruktur, dan memperparah kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Data Berbeda, Pola Pelanggaran Sama
Meski terdapat perbedaan angka antar lembaga—mulai dari sekitar 400 hingga lebih dari 800 pelanggaran—seluruh laporan menunjukkan pola yang sama: gencatan senjata belum sepenuhnya dihormati di lapangan.
Pengamat internasional menilai perbedaan data tersebut disebabkan oleh metode pencatatan dan klasifikasi insiden, namun tetap menegaskan bahwa eskalasi kekerasan masih terjadi di tengah kesepakatan damai.
Dampak Kemanusiaan dan Bantuan Terhambat
Pelanggaran yang terus berulang disebut berdampak langsung pada akses bantuan kemanusiaan. Distribusi makanan, obat-obatan, dan bantuan medis kerap terhambat akibat kondisi keamanan yang belum stabil. Warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, menjadi kelompok paling terdampak.
Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa gencatan senjata hanya bersifat formal di atas kertas, tanpa jaminan perlindungan nyata bagi warga sipil.

Tekanan Internasional Terus Menguat
Di tengah situasi tersebut, komunitas internasional kembali mendesak agar seluruh pihak mematuhi kesepakatan dan membuka ruang bagi solusi damai berkelanjutan. Namun, hingga kini, laporan pelanggaran yang terus bertambah menunjukkan rapuhnya upaya perdamaian di Gaza.
Sumber : Al-Jazeera






