
Noesantaranews — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa Kemenpora akan menyalurkan bantuan berupa alat olahraga untuk wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut disiapkan untuk tahap pemulihan setelah masa tanggap darurat selesai.
Pernyataan itu disampaikan Erick saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Selasa (2/12/2025). Ia menjelaskan bahwa Kemenpora akan berkontribusi sesuai fungsi dan ruang lingkup kerja kementerian, yakni melalui penyediaan fasilitas dan peralatan olahraga.
“Kami dari Kemenpora menyampaikan duka cita kepada seluruh korban bencana. Kami tentu ingin berperan aktif, tetapi bantuan kami dilakukan pada tahap pascapemulihan,” kata Erick Thohir.
Erick menambahkan bahwa perangkat olahraga yang disalurkan nantinya juga merupakan produk dalam negeri, selaras dengan program pemerintah untuk mendukung industri nasional.
Fasilitas Olahraga Banyak Rusak, Kemenpora Pilih Fokus pada Pemulihan Sosial
Kemenpora Erick Thohir mencatat sejumlah sarana olahraga masyarakat mengalami kerusakan parah akibat banjir, termasuk lapangan, pusat latihan komunitas, dan berbagai fasilitas penunjang aktivitas pemuda. Kerusakan itu dinilai berdampak pada kegiatan sosial dan ruang komunal masyarakat, sehingga dianggap perlu untuk dipulihkan.
Erick menyatakan bahwa bantuan alat olahraga tidak diberikan saat ini, tetapi setelah kondisi stabil dan kebutuhan dasar masyarakat telah terpenuhi oleh kementerian terkait.
“Saat Mereka Butuh Makanan, Kenapa yang Dikirim Alat Olahraga?”
Meski dilakukan pada tahap pemulihan, rencana bantuan itu menuai kritik luas di ruang publik. Sejumlah warganet dan pemerhati kebencanaan mempertanyakan relevansi jenis bantuan tersebut ketika masih banyak korban yang memerlukan makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan tempat tinggal.
Beberapa komentar publik menilai Erick Thohir ini terkesan tidak sensitif terhadap kondisi darurat. Bahkan, sebagian menilai bahwa penyampaian rencana bantuan seharusnya dilakukan setelah penanganan kebutuhan mendesak benar-benar tuntas.
Kritik tersebut muncul karena ribuan warga di Sumatra dan Aceh masih berada di lokasi pengungsian, bergantung pada bantuan pangan, perlengkapan darurat, dan logistik harian.

Mengapa Bantuan Olahraga Tetap Dianggap Penting?
Meski menuai pertanyaan, bantuan berupa alat olahraga sebenarnya tidak sepenuhnya keliru jika diposisikan sesuai konteks pemulihan. Beberapa alasan yang menjadi pertimbangan antara lain:
- Pemulihan psikososial: Aktivitas olahraga merupakan salah satu metode untuk mengatasi trauma, memperkuat kebersamaan warga, dan membangun kembali rutinitas pascabencana.
- Rehabilitasi ruang komunal: Banyak fasilitas publik yang menjadi pusat aktivitas pemuda dan masyarakat rusak akibat banjir. Penggantian alat olahraga mendukung pemulihan ruang interaksi sosial.
- Tugas dan kewenangan Kemenpora: Sebagai kementerian yang fokus pada pemuda dan olahraga, Kemenpora memberikan bantuan sesuai fungsi resmi lembaganya.
Namun pakar kebencanaan mengingatkan bahwa bantuan tersebut baru dapat efektif jika:
- diberikan setelah kebutuhan mendesak terpenuhi,
- disesuaikan dengan prioritas masyarakat lokal,
- dan melalui koordinasi lintas kementerian agar tidak tumpang tindih.
Pentingnya Ketepatan Waktu dan Prioritas
Rencana Kemenpora Erick thohir, Menyalurkan alat olahraga pascabencana dapat menjadi langkah positif untuk mendukung pemulihan jangka panjang. Namun sensitivitas publik menunjukkan bahwa pemerintah perlu lebih hati-hati dalam menyampaikan informasi agar tidak menimbulkan persepsi keliru.
Dalam situasi bencana, prioritas tetap pada penyelamatan nyawa dan pemenuhan kebutuhan dasar. Bantuan nonesensial seperti peralatan olahraga layak diberikan pada tahap lanjutan, bukan sebagai pengganti dukungan mendesak.
Koordinasi antarinstansi menjadi kunci agar seluruh bentuk bantuan — termasuk dari Kemenpora — benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sumber : Jawapos






