
Noesantaranews — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra meninggalkan duka mendalam bagi ribuan warga terdampak. Di tengah keterbatasan akses dan belum meratanya distribusi bantuan, aktris sekaligus aktivis sosial Chiki Fawzi memilih turun langsung ke lokasi bencana sebagai relawan kemanusiaan.
Putri dari musisi Ikang Fawzi dan almarhumah Marissa Haque ini tidak hanya hadir untuk memberikan dukungan moral. Chiki terlibat langsung dalam pendistribusian logistik, membantu dapur umum, serta membagikan makanan kepada para penyintas banjir yang bertahan di pengungsian maupun rumah-rumah yang masih terendam air.
Realitas Pahit di Lokasi Bencana
Selama berada di lapangan, Chiki Fawzi menyaksikan kondisi yang sangat memprihatinkan. Ia mengungkapkan bahwa di beberapa dusun, warga telah berhari-hari tidak mendapatkan makanan layak. Bahkan, ada ibu-ibu yang mengaku sudah lebih dari sepekan menahan lapar karena bantuan belum menjangkau wilayah mereka.
Situasi semakin memilukan ketika logistik yang dibawa relawan habis di satu titik, sementara di titik lain masih banyak warga yang belum tersentuh bantuan sama sekali. Keterbatasan jumlah logistik serta sulitnya akses menuju lokasi membuat distribusi bantuan kerap tidak merata.
“Yang paling berat itu saat melihat anak-anak dan orang tua berebut makanan karena benar-benar lapar,” ungkap Chiki dalam keterangannya. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa krisis pangan menjadi persoalan mendesak di tengah bencana banjir yang berkepanjangan.
Tantangan Relawan di Lapangan
Chiki juga menyoroti tantangan emosional yang dihadapi para relawan. Selain medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu, tekanan batin saat harus menentukan prioritas penerima bantuan menjadi beban tersendiri.
Menurutnya, relawan di lapangan bekerja dengan kapasitas terbatas sehingga membutuhkan dukungan yang lebih terkoordinasi dari pemerintah dan lembaga kemanusiaan berskala nasional. Ia menegaskan bahwa kehadiran relawan independen sangat penting, namun harus diiringi dengan koordinasi agar bantuan dapat menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang selama ini luput dari perhatian.
Ajakan untuk Peduli dan Bergerak Bersama
Melalui pengalamannya sebagai relawan banjir, Chiki Fawzi mengajak masyarakat luas untuk meningkatkan kepedulian terhadap korban banjir di Sumatra, termasuk di wilayah Aceh Tamiang. Menurutnya, sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi mereka yang saat ini berjuang untuk sekadar makan dan bertahan hidup.
Banjir di Sumatra bukan hanya bencana alam, tetapi juga ujian solidaritas sosial. Kisah Chiki Fawzi menjadi pengingat bahwa empati dan aksi nyata masih sangat dibutuhkan, agar para penyintas tidak merasa berjuang sendirian di tengah krisis.



