
Noesantaranews — PT PLN (Persero) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kegagalan sinkronisasi sistem kelistrikan yang memicu gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah. Direktur Utama PLN mengakui bahwa gangguan berada pada level teknis hulu yang menyangkut stabilitas jaringan nasional, sehingga proses pemulihannya membutuhkan kehati-hatian ekstra.
Dalam pernyataan yang disampaikan Jumat siang, Dirut menegaskan bahwa perusahaan memerlukan waktu hingga 14 Desember 2025 untuk memastikan seluruh jaringan dalam kondisi aman dan sinkron kembali.
“Kami mohon waktu sampai 14 Desember 2025. Tim teknis bekerja penuh, memastikan proses pemulihan dilakukan secara menyeluruh tanpa risiko lanjutan terhadap sistem kelistrikan nasional,” ujarnya.
Gangguan Berawal dari Ketidaksinkronan Jaringan Pembangkit
Gangguan disebut terjadi pada proses synchronization antar-pembangkit dan transmisi, yang memicu ketidakseimbangan beban di beberapa titik. Meski tidak merinci wilayah terdampak, laporan konsumen di berbagai daerah menunjukkan adanya ketidakstabilan pasokan hingga pemadaman bergilir.
Dirut menjelaskan bahwa perbaikan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena bagian yang terdampak menyangkut jaringan interkoneksi, yang bila ditangani terlalu cepat berpotensi menyebabkan gangguan sistemik.
Tim Teknis Dikerahkan 24 Jam
PLN menyebut telah menurunkan tim pusat dan daerah untuk melakukan:
- inspeksi manual pada perangkat sinkronisasi,
- kalibrasi ulang instrumen monitoring,
- stabilisasi beban dan tegangan secara real-time,
- serta pengawasan lapangan terhadap gardu-gardu yang terhubung.
“Prioritas kami adalah keamanan sistem dan keselamatan operasional. Ini bukan pekerjaan sederhana; prosesnya harus presisi untuk menghindari kegagalan berulang,” tambah Dirut PLN.
Belum Ada Penjelasan Soal Penyebab Awal
Hingga kini, PLN belum mengungkap penyebab awal kegagalan sinkronisasi tersebut. Perusahaan hanya memastikan akan memberi pembaruan berkala kepada publik seiring proses pemulihan berjalan.
Dirut meminta masyarakat tetap tenang dan melaporkan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile, pusat layanan 123, atau kanal pengaduan resmi lainnya.
“Kami meminta dukungan publik agar penanganan maksimal dan tidak mengganggu stabilitas sistem kelistrikan jangka panjang,” tutup Dirut.
Sumber: Liputan6



