
NOESANTARANEWS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyalahkan Iran atas serangan mematikan terhadap sebuah sekolah dasar di kota Minab, Iran selatan. Namun laporan investigasi dari media Inggris The Guardian justru menemukan sejumlah bukti yang mengarah pada kemungkinan keterlibatan militer Amerika Serikat dalam serangan tersebut.
Pemboman yang terjadi pada 28 Februari 2026 itu menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Provinsi Hormozgan. Serangan tersebut menewaskan puluhan orang, sebagian besar merupakan anak perempuan berusia antara tujuh hingga 12 tahun.
Lembaga internasional UNESCO bahkan menyebut insiden tersebut sebagai “pelanggaran berat terhadap hukum internasional” karena menyerang fasilitas pendidikan yang seharusnya dilindungi dalam konflik bersenjata.
Trump Menuduh Iran Tanpa Bukti
Pada Sabtu lalu, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Iran bertanggung jawab atas pemboman tersebut.
Menurutnya, serangan itu kemungkinan berasal dari rudal Iran yang tidak akurat.
“Menurut pendapat saya, berdasarkan apa yang saya lihat, itu dilakukan oleh Iran. Mereka sangat tidak akurat dengan amunisi mereka,” kata Trump.
Namun hingga kini, pemerintah AS belum memberikan bukti konkret atas klaim tersebut. Juru bicara militer Amerika hanya menyatakan bahwa mereka masih “menyelidiki” insiden tersebut.
Investigasi Guardian Temukan Indikasi Serangan AS
Investigasi yang dilakukan The Guardian menggunakan metode geolokasi video, citra satelit, serta analisis pecahan rudal.
Hasilnya menunjukkan indikasi bahwa serangan tersebut kemungkinan merupakan bagian dari operasi militer Amerika Serikat.
Sekolah yang terkena bom diketahui berada di dekat kompleks militer milik Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Meski demikian, citra satelit menunjukkan bahwa bangunan sekolah telah lama dipisahkan dari fasilitas militer tersebut dan digunakan sepenuhnya sebagai fasilitas pendidikan.
Bangunan sekolah juga memiliki ciri khas seperti mural berwarna-warni serta lapangan olahraga kecil yang terlihat jelas pada citra satelit selama bertahun-tahun.
Tidak ditemukan indikasi bahwa sekolah tersebut digunakan untuk kepentingan militer saat serangan terjadi.
Video Serangan dan Analisis Rudal
Sejumlah video yang beredar di media sosial Iran memperlihatkan kondisi sekolah yang hancur setelah ledakan.
Video tersebut kemudian dianalisis oleh kelompok investigasi internasional Bellingcat, yang mencocokkan gambar bangunan, menara air, pepohonan, dan jalan dengan citra satelit lokasi Minab.
Hasil geolokasi menunjukkan bahwa sebuah rudal menghantam kompleks militer IRGC yang berada tepat di samping sekolah.
Para ahli amunisi kemudian mengidentifikasi rudal dalam video tersebut sebagai Tomahawk cruise missile.
Direktur Armament Research Services, N.R. Jenzen-Jones, mengatakan rudal tersebut hampir pasti berasal dari Amerika Serikat.
“Mengingat pihak-pihak yang terlibat dalam konflik ini, kemungkinan besar ini merupakan serangan Amerika Serikat, karena Israel tidak diketahui memiliki rudal Tomahawk,” katanya.

Pecahan Rudal Bertuliskan “Made in USA”
Media pemerintah Iran juga merilis foto pecahan rudal yang ditemukan di lokasi pemboman.
Beberapa komponen masih memperlihatkan label produksi Amerika Serikat, termasuk logo perusahaan pertahanan Globe Motors dan Ball Aerospace & Technologies.
Tulisan “Made in the USA” bahkan terlihat jelas pada sebagian pecahan tersebut.
Analisis tambahan dari The New York Times menyebut nomor seri pada komponen tersebut konsisten dengan sistem pelabelan militer Amerika Serikat.
Serangan di Area Operasi Militer AS
Militer AS sendiri mengakui telah melakukan operasi militer di wilayah pesisir selatan Iran sebagai bagian dari Operasi Epic Fury.
Dalam peta yang dipresentasikan di Pentagon, salah satu titik serangan yang ditandai berada di lokasi yang sesuai dengan wilayah Minab.
Sementara itu, tidak ada titik yang ditandai sebagai lokasi serangan Iran di area tersebut.
Klaim “Rudal Iran Melenceng” Dipatahkan
Beberapa akun media sosial sempat menyebarkan klaim bahwa sekolah tersebut terkena rudal Iran yang meleset.
Namun analisis gambar menunjukkan foto yang digunakan sebagai “bukti” sebenarnya berasal dari kota Zanjan, sekitar 1.600 kilometer dari Minab.
Perbedaan geografis juga terlihat jelas. Foto tersebut memperlihatkan pegunungan bersalju, sementara Minab berada di wilayah pesisir selatan Iran yang beriklim hangat dan tidak memiliki pegunungan bersalju.
Penutup
Hingga saat ini, pemerintah Amerika Serikat belum secara resmi mengakui keterlibatan dalam pemboman sekolah tersebut. Namun berbagai analisis independen, termasuk dari The Guardian dan kelompok investigasi internasional, terus mengungkap bukti-bukti yang menimbulkan pertanyaan besar mengenai siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.
Serangan terhadap sekolah di Minab kini menjadi salah satu insiden paling mematikan dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.





