
NoesantaraNews — Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal yang menargetkan fasilitas energi di kota pelabuhan Haifa, Israel utara. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas serangan sebelumnya yang dilakukan Israel terhadap infrastruktur energi di wilayah Iran.
Melansir Antaranews, Menurut pernyataan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), rudal Iran menghantam kilang minyak di Haifa. Serangan itu dilaporkan menggunakan rudal jarak menengah jenis Kheibar Shekan yang diarahkan ke fasilitas energi strategis Israel.
Baca Juga : Serangan Rudal Iran Diklaim Sasar 3 Lokasi Komandan AS dan Israel
IRGC menyatakan serangan ke Haifa merupakan bagian dari gelombang balasan terhadap operasi militer yang sebelumnya dilakukan oleh Israel dan sekutunya terhadap target di Iran, termasuk fasilitas energi dan infrastruktur penting di Teheran.
Serangan udara Israel tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada depot bahan bakar dan fasilitas energi di Iran serta memicu kebakaran besar dan polusi udara di beberapa wilayah.
Konflik antara kedua negara kemudian meningkat menjadi serangkaian aksi saling serang yang menyasar infrastruktur strategis.
Haifa Jadi Target Infrastruktur Energi
Kota Haifa merupakan salah satu pusat industri dan energi penting di Israel. Wilayah ini menampung pelabuhan besar, fasilitas industri kimia, serta kompleks kilang minyak yang menjadi bagian vital sistem energi negara tersebut.
Serangan rudal Iran menyebabkan kerusakan pada fasilitas energi dan memicu kekhawatiran akan gangguan terhadap pasokan energi regional.
Baca Juga : Iran Berhasil Luncurkan Rudal Khoramshahr-4 ke Israel, Bawa Hulu Ledak 1 Ton
Selain menyerang target di Israel, IRGC juga mengklaim menargetkan beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari respons terhadap serangan sebelumnya.
Ketegangan Regional Kian Meningkat
Serangan saling balas antara Iran dan Israel memicu kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah negara dan organisasi internasional telah menyerukan de-eskalasi serta mendorong kedua pihak untuk menahan diri guna mencegah konflik terbuka yang lebih besar di kawasan tersebut.
Sementara itu, situasi keamanan di wilayah Timur Tengah masih terus berkembang seiring meningkatnya operasi militer dan ancaman serangan lanjutan dari kedua belah pihak.
— NoesantaraNews
Jernih dalam informasi, tajam dalam fakta.





