
Noesantaranews – Kerja sama militer maritim antara Indonesia dan Jepang kembali diperkuat melalui latihan bersama di perairan Sulawesi Utara. Unsur patroli dari Komando Daerah Maritim VIII (Kodaeral VIII) menggelar latihan taktis bersama armada kapal perang Jepang guna meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit di laut.
Latihan tersebut melibatkan kapal patroli KRI Selar-879 yang berlatih bersama dua kapal perang milik Japan Maritime Self-Defense Force, yakni JS Yamagiri (JS-3515) dan JS Shiranui (JS-120).
Kegiatan latihan digelar setelah kedua kapal Jepang menyelesaikan rangkaian kunjungan dan sandar di Bitung pada Selasa (3/3/2026).
Baca Juga : Apa itu PASSEX? Latihan Rahasia KRI Selar-879 dan Kapal Destroyer Jepang di Bitung
Latihan ini dilaksanakan atas perintah Dery Triesananto Suhendi, Komandan Kodaeral VIII, yang menugaskan unsur Satuan Kapal Patroli untuk melaksanakan latihan bersama guna meningkatkan kemampuan operasional prajurit di laut.
Selain meningkatkan profesionalisme prajurit, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dan Japan Maritime Self-Defense Force dalam menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan Indo-Pasifik.
Latihan ini sekaligus memperkuat interoperabilitas kedua angkatan laut dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan maritim di kawasan.

Dimulai dari Titik Rendezvous di Laut
Latihan diawali dengan pergerakan seluruh unsur kapal menuju Rendezvous Point (RV Point) atau titik temu di laut. Setelah seluruh kapal berada dalam formasi yang telah ditentukan, kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah serial latihan taktis.
Tahapan pertama adalah Commcheck, yaitu pengujian sistem komunikasi untuk memastikan kelancaran komunikasi taktis antar kapal perang.
Selanjutnya, latihan dilanjutkan dengan Serial Pilotage, yang bertujuan menguji kemampuan navigasi dan pengendalian manuver kapal secara terkoordinasi di laut terbuka.
Prajurit Asah Komunikasi Visual
Selain komunikasi radio, prajurit juga mengasah kemampuan komunikasi visual melalui berbagai skenario latihan.

Beberapa serial latihan yang dilaksanakan antara lain:
- Semaphorex, komunikasi menggunakan gerakan bendera semaphore
- Flaghoist, pengiriman pesan menggunakan bendera isyarat
- Flashex, komunikasi menggunakan lampu kilat antar kapal
Latihan komunikasi non-radio ini sangat penting, terutama dalam kondisi operasi militer ketika komunikasi elektronik berpotensi terganggu.
Simulasi Pengisian Logistik di Laut
Pada tahap berikutnya, prajurit melaksanakan Serial RASAP (Replenishment at Sea Approach), yaitu simulasi prosedur pendekatan pengisian logistik antar kapal di laut.
Latihan ini bertujuan memastikan kapal perang mampu bertahan dalam operasi jarak jauh tanpa harus kembali ke pangkalan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh kapal melaksanakan Photo Exercise (PHOTOEX) dengan manuver taktis dalam formasi di laut.
Seluruh rangkaian latihan berjalan aman dan lancar. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi serta kerja sama maritim antara Indonesia dan Jepang dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan Indo-Pasifik.




