
Noesantaranews — Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak mengungkap adanya dugaan upaya sabotase terhadap jembatan Bailey yang dibangun di sejumlah wilayah terdampak bencana. Tindakan tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan masyarakat sekaligus menghambat proses pemulihan infrastruktur pascabencana.
Pernyataan tersebut disampaikan Maruli saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta. Ia menegaskan bahwa jembatan Bailey yang dibangun oleh TNI Angkatan Darat merupakan fasilitas vital untuk memulihkan akses transportasi warga dan distribusi logistik di daerah bencana.
Baut Jembatan Diduga Sengaja Dilepas
Menurut KSAD, prajurit di lapangan menemukan indikasi kuat adanya tindakan tidak wajar pada struktur jembatan. Sejumlah baut pengikat pada rangka jembatan Bailey diketahui telah dilepas, bukan sekadar kendur akibat faktor teknis atau alam.
“Ini bukan kejadian biasa. Bautnya dilepas, artinya ada unsur kesengajaan. Sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat,” tegas Maruli.
Ia menambahkan, pelepasan baut tersebut berpotensi menyebabkan kegagalan struktur jembatan, yang bisa berakibat fatal bagi warga yang melintas, terutama di wilayah yang masih dalam kondisi darurat.
Tindakan Dinilai Mengancam Keselamatan Warga
KSAD mengecam keras dugaan sabotase tersebut. Ia menyebut tindakan itu tidak berperikemanusiaan karena dilakukan di tengah upaya penyelamatan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Menurutnya, jembatan Bailey merupakan sarana darurat yang sangat dibutuhkan warga untuk beraktivitas, mengakses layanan kesehatan, serta memperlancar distribusi bantuan logistik. Gangguan terhadap infrastruktur ini sama artinya dengan mengancam keselamatan dan kehidupan warga di daerah bencana.

Pengamanan dan Pengawasan Diperketat
Menindaklanjuti temuan tersebut, TNI AD langsung meningkatkan pengamanan di seluruh lokasi pembangunan dan pemasangan jembatan Bailey. Pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi upaya perusakan atau gangguan terhadap infrastruktur darurat.
KSAD menegaskan bahwa TNI tidak akan tinggal diam dan akan menelusuri motif serta pelaku dugaan sabotase tersebut, meski saat ini fokus utama tetap pada percepatan pemulihan akses bagi masyarakat.
Pemulihan Infrastruktur Tetap Berjalan
Meski menghadapi tantangan di lapangan, TNI AD memastikan pembangunan dan pemasangan jembatan Bailey di wilayah terdampak bencana tetap dilanjutkan. Jembatan ini menjadi solusi sementara sebelum pemerintah membangun infrastruktur permanen.
Puluhan jembatan Bailey telah dan sedang dipasang di berbagai daerah untuk memastikan mobilitas warga, kendaraan darurat, dan distribusi bantuan tetap berjalan lancar.
KSAD Ajak Semua Pihak Jaga Fasilitas Darurat
Di akhir pernyataannya, Maruli mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas darurat yang dibangun di daerah bencana. Ia menekankan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kerja sama semua pihak, bukan justru dirusak oleh tindakan yang merugikan banyak orang.
“Ini untuk kepentingan masyarakat. Mari kita jaga bersama,” ujarnya.
Sumber : Tempo






