
Noesantaranews – Longsor susulan yang terjadi di Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, berhasil ditangani oleh petugas gabungan. Setelah proses evakuasi material longsoran rampung, arus lalu lintas di jalur Bandung–Sumedang kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dari kedua arah.
Peristiwa longsor ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak siang hingga sore hari. Material tanah dan bebatuan sempat menutup badan jalan, menyebabkan antrean kendaraan dan gangguan lalu lintas di salah satu jalur penghubung utama antarwilayah di Jawa Barat.
Evakuasi Cepat Petugas Gabungan
Penanganan longsor susulan dilakukan secara cepat oleh personel gabungan dari Polres Sumedang, BPBD Sumedang, TNI, relawan, serta dibantu masyarakat setempat. Alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor agar akses jalan dapat segera dibuka.
Selama proses pembersihan, petugas menerapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup demi menjaga keselamatan pengguna jalan. Setelah dinyatakan aman, kendaraan kembali melintas tanpa hambatan berarti.
Titik Rawan yang Berulang Terjadi
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa lokasi longsor susulan di Cigendel, Pamulihan, merupakan titik rawan yang kerap mengalami kejadian serupa setiap musim hujan. Karakteristik wilayah berupa lereng curam, struktur tanah yang labil, serta sistem drainase yang belum optimal menjadikan kawasan ini rentan terhadap pergerakan tanah, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang.
Sejumlah catatan kejadian sebelumnya mengindikasikan bahwa longsor di jalur ini bukan peristiwa tunggal, melainkan masalah berulang yang membutuhkan penanganan lebih dari sekadar evakuasi darurat. Tanpa perbaikan menyeluruh, potensi longsor susulan tetap mengintai dan dapat kembali mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Perlu Perbaikan Lereng Secara Permanen
Para pemerhati kebencanaan menilai kawasan Cigendel seharusnya mendapat perhatian khusus dalam upaya mitigasi jangka panjang. Langkah yang dinilai mendesak meliputi perkuatan lereng tanah, perbaikan dan penambahan saluran drainase, serta penataan ulang struktur tanah di titik-titik paling rawan.
Selain itu, pembangunan dinding penahan tanah (retaining wall) dan penanaman vegetasi berakar kuat dinilai penting untuk meningkatkan stabilitas lereng. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi risiko longsor berulang sekaligus menjamin keamanan jalur Bandung–Sumedang sebagai akses vital mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Imbauan Waspada
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan longsor lanjutan. Masyarakat dan pengguna jalan diimbau tetap waspada, terutama saat melintasi kawasan perbukitan di tengah cuaca ekstrem.
Penanganan cepat longsor kali ini menjadi langkah awal yang positif. Namun ke depan, solusi permanen dan terencana dinilai menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terus berulang dan membahayakan keselamatan publik.
Sumber : TahuEkspres






