
Noesantaranews– Situasi di Timur Tengah kian mencekam setelah media Iran melaporkan bahwa 3 Orang Keluarga Khamenei, putri, menantu, dan cucu, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, tewas dalam serangan militer gabungan tentara United States dan Israel di wilayah Iran. Kabar ini disampaikan kantor berita Iran seperti Fars News Agency setelah serangan udara besar pada Sabtu (28/2/2026) yang menghantam kompleks kediaman keluarga pemimpin tertinggi di ibu kota Teheran.
Tragedi Keluarga Pemimpin Iran
Melansir Kompas.com Menurut laporan Media Iran,”Setelah menjalin kontak dengan sumber terpercaya di lingkungan keluarga Khamenei mengonfirmasi bahwa putri, menantu, dan cucu sang pemimpin revolusioner sayangnya telah dikonfirmasi,” demikian dilaporkan kantor berita Fars dan media Iran lainnya.
Baca Juga : Ali Khamenei Meninggal Dunia! 2 Media Iran Konfirm Kabar
Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran, termasuk di kompleks kediaman resmi Keluarga Khamenei. Klaim sebelumnya menyebut bahwa Khamenei sendiri juga tewas, namun otoritas Iran sempat membantahnya sebagai upaya mengacaukan moral pasukan dan masyarakat.

Kediaman Utama Hancur
Citra satelit dari kompleks Beit-e Rahbari, yang merupakan kediaman utama pemimpin tertinggi sekaligus lokasi strategis penerimaan pejabat senior negara, menunjukkan kehancuran parah setelah serangan. Struktur bangunan utama dan perimeter keamanan dilaporkan hancur total, dengan pola dampak ledakan yang konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker (bunker-buster).
Ledakan di Ibu Kota & Ancaman Eskalasi
Serangan udara meluas ke berbagai titik di Teheran, memicu ledakan besar dan kolom asap tebal yang mengepul di atas ibu kota. Otoritas keamanan Iran merespons dengan pengerahan besar-besaran untuk menenangkan situasi. Sementara itu, fasilitas militer Iran menjadi target utama, di tengah klaim bahwa operasi itu menyasar situs strategis pertahanan dan peluncuran rudal.
Dampak Global & Ketegangan Regional
Perkembangan ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan regional dan global, dengan meningkatnya kecaman terhadap serangan serta kekhawatiran akan konflik yang lebih luas jika de-eskalasi tidak tercapai. Para diplomat internasional kini mendesak dialog untuk mencegah konflik yang lebih besar.
NoesantaraNews akan terus memantau dan memperbarui perkembangan terbaru dari peristiwa yang mengguncang kawasan ini.




